Postingan
JEJERE MANUNGSA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Karipta dening L. Yuyun D.S Ngerti… Dudu karep Laku kandheg Kuciwa, karep kandheg Rasa kagawa lunga tan bisa sirna Dudu karep Esemu kanthil ing pojoking ati Lir tlutuh tumumplek memplak Kari ngreridu ati Ati kari juwing-juwing pungkasane mekingkring Kabeh mau ra grahita Teka ora diceluk Lunga sapa nyana Kleru… Rasa kang kleru Katinggal mlayu sansaya ngluru Apa kang ana pancen kleru Saumpama pethuk paribasan remuk Sapa kang daktutuh Lakumu mengetan Dalanku mengulon Tangeh kapethuk Rasa iki nggubet tan bisa uwal Ancik-ancik pucuking eri Aku maju gawe tatu awakku Aku mlayu katerak lindhu Aku mandheg kalindhes watu kajugrugan Semeru Rasa apa iki Cupet nalarku Cubluk angenku Cupet, cubluk candhakku Aku ora bisa nyekel Kamangka ana ing tlapukan Aku mung jejere manungsa Kabeh adoh saka kuwawa Manawa kabeh bisa diputer Aku njaluk tekamu ora liya Ora ana kabut peteng dadi pepalang ...
Foto Study Banding SMA 5 Semarang ke Taruna Nusantara
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
RESI BISMA GUGUR
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Di pesanggrahan diadakan pertemuan antara Prabu Matsuapati, Prabu Kresna,para Pandhawa, dan Dewi Wara Srikandi. Pokok bahasan dalam pertemuan adalah krida Resi Seta di palagan Kuruseta, serta menentukan tindak lanjut baratayuda. Prabu Matsuapati menyesali ketiga orang putranya yang telah mati. Raden Utara dan Raden Wratsangka telah mendahului mati di medan laga, kemudian disusul putranya yang pertama Resi Seta. Akhirnya Prabu Matsuapati meneguhkan hati dengan berkata:”Ketiga orang anakku laki-laki mati di medan laga . Mereka mati membela negara dan demi putra-putra Pandawa.Mereka mati suci. Anakku Seta, Utara, Wratsangka, aku berdoa semoga engkau diterima di surge. Anakku tinggal satu Utari.” Prabu Matsuapati mulai berbicara tentang Resi Bisma. Ia bertanya kepada Prabu Kresna, siapa yang dapat diangkat menjadi Senapati Pandawa dan mampu melawan Resi Bisma. Prabu Kresna belum dapat menjawab seketika, dalam hati Prabu Kresna bercerita: “Eyang Bisma, Eyang Maharsi Bisma p...
Duryudana Memangku Jabatan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Raja Muda di Astina Pada jaman dahulu kala jauh sebelm lahirnya Pandawa dan Korawa ada seorang satria bernama Bambang Parikenan. Ia menurunkan seorang anak laki-laki bernama Resi Manumayasa. Sebutan resi menunjukan bahwa Manumayasa seorang pendeta pertapa. Pertapaannya di pegunungan Saptaarga atau Retawu. Resi Manumayasa menurunkan seorang anak bernama Bambang Sekutrem. Ia adalah seorang satriansakti yang pernah diminta tolong oleh dewa untuk membinasakan musuh. Bambang Sekutrem menurunkan seorang anak laki-laki bernama Bambang Sakri. Kemudian Bambang Sakri juga hanya menurunkan seorang anak laki-laki yang bernama Raden Palasara atau Parasara. Raden Palasara adalah seorang satria pendeta. Sewaktu palasara bertapa, ia digoda oleh dewa yang menjelma menjadi seekor burung pipit dan bersarang di rambut sang pertapa.Maksud dewa agar raden Palasara menggagalkan tapanya, dan mau menjadi satria di suatu Negara. Ketika Raden Palasara memburu burung pipit yang mengganggu tapanya,...