Yuyun Blog's
Blog menika namung wujud tresna kula dhumateng Basa Jawi sarta kangge pasinaon putra-putri Jawi mliginipun siswa ing SMA Negeri 5 Semarang

Kamis, 09 November 2017

TANGKAL HOAX DENGAN 3-P

Meresahkan, tidak bertanggung jawab, menumbuhkan rasa tidak percaya diri dan bahkan bisa memicu sebuah perpecahan, itulah dampak dasyat yang dapat diakibatkan jika menelan setiap informasi secara mentah-mentah tanpa mengolah terlebih apakah informasi tersebut akurat atau hanya bohong belaka dengan kata lain hoax.
Sekarang ini banyak bersliweran berita-berita yang cukup meresahkan terutama di media-media online dan media-media sosial. Keadaan ini ternyata juga membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika gerah sehingga tidak henti-hentinya menggalakkan berbagai program untuk menangkal penyebaran berita hoax yang tidak berkesudahan.
Kelompok masyarakat yang rentan dipengaruhi ganasnya penyebaran berita-berita hoax ini adalah remaja. Hal ini selaras dengan laporan Sue Shellenbarger disitus wsj.com (Wall Street Journal) yang menegaskan dari 8.000 pelajar (dari SD hingga mahasiswa) banyak dari mereka yang tidak bisa membedakan situs palsu dan media professional. Keadaan ini dipengaruhi oleh kecendurangan mereka yang kurang bijak dalam memanfaatkan media sosial yang lebih sering  digunakan hanya sekedar untuk mengunggah foto-foto narsis dan bersosialisasi dengan teman-teman, sehingga mereka tidak menyadari akan wabah hoax yang telah menyerang dengan menelan mentah-mentah informasi yang diterima.
Hal serupa juga dilakukan Stanford University yang melakukan peneltian pada 7.804 pelajar dari SMP sampai dengan perguruan tinggi terkait dengan hoax. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa para pelajar tersebut tidak mampu mengevaluasi suatu informasi dengan detail karena mereka hanya fokus pada gambar dan judul berita saja tanpa memperhatikan sumbernya.
Penyebaran hoax yang kian mewabah tentunya menyebabkan keresahan yang tidak berkesudahan. Dampak moral yang dijumpai sekarang kian menjerat masyarakat yang mengharuskan semakin haus mengonsumsi berita-berita kelanjutanan bak orang kecanduan. Mereka melahap tanpa kenal ampun baik itu berita benar maupun hanya hoax.
Tentunya kita perlu antisipasi agar wabah candu hoax ini tidak semakin merajalela. Berikut ini bisa sebagai alternatif tangkal hoax dengan 3-P  yaitu pick over, pipe down, dan play up agar secara berlahan wabah hoax berangsur punah.
1.        Pick Over (memilih)
Pick over adalah memilih yaitu penerima informasi harus selektif dengan cara mengenali informasi hoax yang diterima. Apabila informasi yang diterima terindikasi hoax maka segera memilih sumber informasi yang tepat sebagai pembanding .
Pastikan informasi yang kita terima adalah asli bukan hoax dengan mengenali ciri-ciri informasi yang bersifat akurat bukan hoax dapat dilihat yang pertama dari judul yang bersifat provokatif. Indikasinya jelas, setelah membaca informasi tersebut ada dampak yang ingin dicapai penulis hoax ini antara lain menimbulkan keresahan, ketidaknyamanan, bahkan perpecahan antar kelompok sampai dengan antar agama. Seperti misalnya berita hoax akhir-akhir ini tentang pendataan nomor handphone. Banyak bersliweran berita-berita tidak jelas contohnya: “Jika belum registrasi sampai akhir bulan ini maka nomor Anda akan dilock outgoing, incoming dan selanjutnya dilock data” Pada saat informasi itu bergulir melaui media sosial, masyarakat riuh sehingga dengan serta merta mengirim data pribadi pada nomor yang tertera pada broadcast tersebut. Selang beberapa waktu kemudian muncul informasi susulan sebagai berikut: “ Pengumuman harus daftar ulang nomor hp adalah hoax.  KOMINFO tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu. Data yang diminta itu bisa digunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan kejahatan perbankan” Munculnya informasi tersebut mengakibatkan masyarakat menjadi resah terutama bagi yang sudah terlanjur mengirimkan data pribadi.
Ciri selanjutnya dapat dilihat dari pengungahnya. Dapat dipastikan jika pengunggahnya tidak jelas maka tidak jelas pula siapa penulisnya serta kapan informasi tersebut disampaikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut tidaklah akurat serta tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sumber informasi yang baik dan professional pasti akan menulis dengan jelas sumber informasi, selain itu akan mengunggah setiap informasi secara hati-hati. Namun sebaliknya jika sumber informasi itu dari akun pribadi misalnya menggunakan domain blog atau wordpress maka selayaknya pembaca harus selektif dan tidak mudah percaya.
2.        Pipe down (berhenti bicara)
Pipe down disini adalah berhenti bicara yang dimaksud adalah langkah awal dan mudah yang dapat lakukan setiap masyarakat yaitu ketika menerima berita atau informasi yang terindikasi hoax maka janganlah bersikap apatis namun justru lakukan tindakan segera dengan berhenti membicarakan informasi hoax serta memutuskan mata rantai berita tersebut dengan tidak mengelike serta tidak mengeshare informasi tersebut kepada orang lain.
3.        Play Up (mempublikasikan)
Play up yang dimaksud adalah mempulikasikan yaitu menyampaikan kepada khalayak umum pentingnya berfikir kritis. Penting mebedakan informasi yang bersifat fakta atau opini. Fakta adalah informasi yang benar terjadi  bisa berupa hasil pengamatan secara objektif yang dapat  diverifikasi oleh siapapun serta bukan mitos, sedangkan opini merupakan ide, pikiran atau pendapat yang bersifat tidak objektif serta belum tau kebenarannya.
Pentingnya cermat  membaca korelasi foto dengan caption yang provokatif. Apabila mendapat pesan berupa gambar  provokatif maka jangan mudah langsung percaya. Penerima bisa menguji keabsahan informasi pesan gambar tersebut dengan membuka google image di aplikasi penjelajah lalu mengedrag gambar yang dimaksud ke kolom pencarian.
Perlu adanya komunikasi dan kerjasama yang baik antara orang tua dan anak serta guru dan peserta didik. Hubungan baik dengan komunikasi yang baik dilingkungan terdekat yaitu antara orang tua dan anak bisa menjadi jembatan pemantau aktivitas putra-putri berkenaan dengan hal yang dibaca serta diketahui. Jika informasi yang diterima anak terindikasi hoax maka orang tua dapat mengarahkan pada informasi yang benar dan menjadi sumber berita terpercaya.  Agar bias menjadi sumber berita terpercaya bagi anak maka orang tua harus melakukan pick over dan play up sebagai langkah sebelumnya.
Selain itu komunikasi dan kerjasama yang baik antara guru dan siswa juga berperan penting dalam menghalau laju informasi hoax. Komunikasi dan kerjasama yang baik dapat diwujudkan dalam bentuk diskusi di dalam maupun di luar pembelajaran. Guru dapat mengetahui informasi yang diterima siswa tentang suatu informasi, dan jika ternyata informasi tersebut unreal  atau tidak sebenarnya maka tugas guru sebagai penyelaras dan teman diskusi yang terpercaya. Selanjutnya guru dapat mengarahkan putra-putri didiknya pada literasi yang bijak. Menumbuhkan semangat membaca dari berbagai referensi yang akurat. Referensi yang akurat berasal dari sumber bacaan yang jelas dan teruji keabsahannya yaitu sumber-sumber bacaan yang jelas nama penulisnya dan sumber literasinya.
Demikian tadi beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menghentikan penyebarluasan informasi hoax. Dampak negatif dari informasi hoax yang meresahkan semoga dapat menumbuhkan filter diri dan menanamkan kehati-hatian sehingga selanjutnya dengan 3-P ini masyarakat akan semakin cerdas, kritis, dan bijak dalam menerima setiap informasi. Harapan besar sebagai masyarakat besar adalah tumbuhnya budaya positif dengan menyebarnya iklim literasi dilingkungan sekitar.  Literasi informasi yang berupa fakta yang akurat dapat menjadi semangat untuk menjadi masyarakat dan bangsa hebat.

Rabu, 04 April 2012

BA-BU WICARA PAWARTA

Silabus Bahasa Jawa Kelas X Semester 2

Gladhen kangge siswa kelas X

Wangsulana kanthi cekak aos!

1. Tuduhna frasa aran lan frasa kriya?

a. Bocah kuwi arep tuku sega jagung

b. Dalan kae arep kanggo liwat para menteri sesuk esuk.

2. Tulisna 1 paragraf pawarta kang kowaca utawa korungokake magepokan karo rega BBM kang ora sida mundak!

3. Wenehana tuladha tulisan tembung mawa aksara jawa kang ngemot sandhangan wyanjana cacahe 5 lan panyigeg cacahe uga 5!

4. Tulisen Latine!

;1; ?[fwi %}giwfu[wpt]$sikirn.

;2; ?Ami/ k+tijhk]s2mesMix=sWnTen\gL|dugHi=k=bnTe/gumLege/.

5. Owahana dadi basa ngoko!

a. Kula dipunutus Ibu ngaturaken sedhahan menika kagem Budhe sonten menika.

b. Menawi mboten klentu, tigang wulan kepengker kula nate kesah dhateng papan panggenan menika. Sapunika kawontenanipun langkung sae. Sinaosa tebih saking griya ananging nambah raos remen sarta badhe mrika malih.

Senin, 01 Agustus 2011

RPP KELAS X.1 201112

RPP KELAS XII.1 201112

SILABUS KELAS XII.1 201112

Jumat, 22 Juli 2011

PEMETAAN SKL

Jumat, 15 Juli 2011

Kamis, 14 Juli 2011

VIDEO KLIP CAMPURSARI

Mangga menawi badhe mirsani kridhanipun para siswa SMA N 5 Semarang
KLIK ING MRIKI
CIDRA
KUNCUNG
PARANG TRITIS
RANDHA KEMPLING
SEWU KUTHA
SEKONYONG-KONYONG KODER

Sabtu, 04 Juni 2011

NGADEG JEJEG AJA KANDHEG

"Mangu Aja Maju"

Dening L.Yuyun Dian S.

Bacutna lakumu
Aja benget noleh mengo nengen apa maneh ngiwa
Aja banget anggone tumungkul saya maneh ndhangak
Jejegna lakumu
Penerna niatmu
Aja koregeti rasa jirihmu
Mangu Aja Maju

Mecaki dalan dawa tumuju mulya
Pancen ora kaya ngedhepke netra
Butuh ngubengke pikir
Butuh kumlawene lembar sasuwir
“Jer basuki mawa bea”

Kabeh bakal tutug
Kabeh bisa dirembug

Lakonana kanthi lila
Brongkalan sela lan lumebering bena
Bisa gawe antebing paran urip

Mlumpata kanthi teteg atimu
Kelekna ing iline banyu rasa cilik atimu
Uncalna adoh karep mangu-mangu kang ora prelu

Delengen…
Pangangenmu sajak ngawe-awe
Kekarepanmu ngatonke eseme
Kadya arep nunggu lakumu satekane

Gocekana kenceng krentegmu
Ambrukna kabeh pepalang sangarepmu

Siji kang kudu tinandur
Jujur ing atur
Aja anggak yen bakale bisa lungguh dhuwur
Elinga marang Maha Luhur
Mesthi tumekaning makmur

Juni 2011

NGADEG JEJEG AJA KANDHEG

Jumat, 29 April 2011

Dudu Gapura

Dening L.Yuyun Dian S.

Wis aja dibacutake
Ati lir kairis
Pungkasane miris

Rasa cuthel, mangkel bisane mung grundel
Aq arep merem, kareben lerem, banjur adhem

Aja
Aja dibacutake

wis
Wis ra kuwawa
ati cuwa

Upama bisa
Mung wektu kang ana
Bakal bisa medhar rasa
Rasa kang ora sembrana
Aja mung digawe lara

Aq dudu gapura
Ngadheg nggejegreg tanpa nyawa

Muga-muga

Wis aja dibacutake
Ra kuwawa
Ati lara

Semarang, April 2011